Pengantar

Bagi orang yang memiliki kesibukan tinggi, terkadang tidak lagi memiliki waktu untuk menyiapkan sarapan. Bagi mereka menggunakan microwave untuk menghangatkan makanan dalam waktu singkat dapat menjadi solusi sarapan di pagi hari. Benda ini memang biasa disebut microwave saja, namun istilah yang lebih tepat adalah oven microwave. Hal ini perlu disadari karena microwave atau gelombang mikro sendiri adalah salah satu gelombang elektromagnet dalam spektrum gelombang elektromagnet. Panjang gelombang mikro sekitar 30 sentimeter hingga 1 mm, menghasilkan frekuensi antara 1 GHz untuk panjang gelombang 30 sentimeter hingga 30 GHz untuk panjang gelombang 1 mm. Istilah mikro sendiri yang berarti kecil adalah relatif terhadap jenis-jenis gelombang radio, karena masih banyak gelombang elektromagnetik yang panjang gelombangnya jauh lebih kecil dari gelombang mikro.

Istilah oven microwave menunjukan alat ini adalah sejenis oven yang dapat digunakan untuk memasak makanan. Istilah microwave sendiri ditambahkan karena oven microwave memang bekerja menggunakan radiasi gelombang mikro untuk menaikkan suhu makanan di dalamnya. Pada tulisan ini istilahnya cukup microwave saja.

 

Fungsi Microwave

 

Pada dasarnya fungsi utama oven microwave adalah sama dengan kompor yaitu menaikkan suhu makanan. Karena makanan akan masak pada suhu tinggi maka microwave dapat digunakan untuk memasak makanan, mencairkan makanan beku dari freezer atau sekedar menghangatkan makanan dingin. 

Namun karena cara kerja microwave menggunakan gelombang mikro, sedangkan kompor menggunakan api, maka cara memasak makanan dengan kompor juga sangat berbeda dengan microwave, sehingga dalam penerapannya microwave tidak dapat disamakan dengan kompor.  

 

 

 

Hal ini juga berimbas kepada cara memasak makanan dengan microwave. Banyaknya kadar air pada setiap bahan penyusun makanan akan merubah cara memasak dengan microwave. Misalnya menggoreng ikan seperti menggoreng ikan dengan minyak goreng dan penggorangan di atas kompor tidak dapat dilakukan dengan microwave, tetapi memberi ikan yang sudah dibumbui dapat diletakkan di atas piring yang mengandung minyak panas dan dimasukan ke microwave, untuk menghasilkan rasa yang menyerupai ikan yang digoreng diatas kompor. Karena memasak masing-masing jenis makanan dengan microwave memiliki cara yang berbeda, perhatikanlah baik-baik petunjuk cara memasak masing-masing jenis masakan tersebut dengan microwave.

 

Bagaimana Gelombang Mikro dapat Memanaskan Makanan

 

Setiap gelombang elektromagnet membawa sejumlah energi yang dapat diolah untuk keperluan manusia. Panjang masing-masing jenis gelombang elektromagnetik yang berbeda-beda akan mempengaruhi perilaku gelombang jika bereaksi dengan berbagai jenis materi.

Perpindahan energi gelombang elektromagnetik dilakukan secara radiasi, yaitu perpindahan yang tidak memerlukan medium perantara. Energi yang dipancarkan matahari dapat melewati ruang angkasa yang vakum dan sampai di bumi. Contoh gelombang elektromagnetik adalah cahaya matahari dalam bentuk sinar ultra violet(UV) yang setiap hari masuk ke bumi dalam jumlah yang tak terkira.

Sinar UV pada saat melewati ruang angkasa tidak menaikkan suhu di ruang angkasa yang vakum, tetapi di bumi sinar ini menaikkan suhu berbagai jenis benda yang ditemuinya. Pemahaman tentang karakteristik sifat UV dapat digunakan untuk memanfaatkan sinar UV dan menghindari efek buruk sinar UV, seperti resiko kanker kulit. 

Di dalam setiap microwave terdapat sebuah magnetron. Magnetron adalah sejenis tabung hampa penghasil gelombang mikro. Fungsi magnetron adalah memancarkan gelombang mikro ke dalam microwave. Pada awalnya magnetron dirancang untuk penggunaan radar. Ya, memang betul gelombang mikro yang digunakan sama dengan gelombang yang digunakan di dunia telekomunikasi seperti radar, gelombang pemancar stasiun radio, gelombang pemancar stasiun televisi, atau gelombang sinyal handphone. Gelombang mikro sendiri adalah salah satu gelombang radio.  

 

Gelombang mikro dapat digunakan sebagai pemanas makanan karena memiliki tiga buah sifat dasar yang menjadi dasar prinsip kerja microwave, pertama gelombang mikro akan dipantulkan oleh bahan logam seperti baja atau besi. Kedua, gelombang ini dapat menembus bahan non logam tanpa memanaskannya. Terakhir adalah gelombang ini akan diserap oleh air. Sebagai gelombang elektromagnetik, gelombang mikro yang menjalar membawa energi yang cukup untuk memanaskan cairan pada makanan. Gelombang mikro yang dipancarkan magnetron ke dalam ruang microwave akan terperangkap di dalamnya karena terlindung oleh dinding microwave yang terbuat dari logam. Selanjutnya apabila gelombang mikro mengenai cairan, maka energi gelombang mikro ini akan diserap oleh cairan tersebut. Pengertian penyerapan energi oleh air adalah sebuah fenomena alam yang dipelajari lebih jauh di bidang ilmu fisika, yang mungkin tidak lazim dipahami dalam kehidupan sehari-hari. Sebelumnya anda tentu sudah tahu bahwa Sinar-X atau yang sering disebut sinar Rontgen yang juga merupakan gelombang elektromagnet dapat menghasilkan foto tulang anda, karena Sinar-X dapat menembus daging anda, tetapi tidak dapat menembus tulang.

Sebagai gelombang elektomagnet gelombang mikro membawa medan listrik dan medan magnet. Molekul-molekul air pada kasus ini dapat dibayangkan memiliki dua buah muatan di kedua ujungnya, yaitu positif dan negatif. Gaya listrik yang diakibatkan medan listrik gelombang mikro akan memutar molekul-molekul air hingga molekul-molekul air tersebut dapat bergerak. Bergeraknya molekul-molekul air ini disebabkan karena air adalah fluida. Pergerakan ini kemudian menyebabkan molekul-molekul air saling bertubrukan. Tubrukan-tubrukan inilah yang akan meningkatkan suhu molekul air, yang kemudian meningkatkan suhu makanan secara keseluruhan. Ruangan di dalam microwave walaupun mengandung uap air akibat penguapan cairan tidak menjadi panas, karena uap air memiliki kerapatan yang jauh lebih rendah di banding air, sehingga tidak terjadi tubrukan antara molekul air. 

water rotates

Bulatan merah = hidrogen dengan muatran positif, berusaha mendekati muatan negatif, gelombang listrik dari gelombang mikro dalam bentuk gelombang akan menyebabkan hodrogen bergerak, yang pada akhirnya menyebabkan molekul air saling bertabrakan.

Oleh sebab itu dapat dikatakan bahwa zat yang dapat dipanaskan oleh microwave harus mengandung air atau cairan. Namun, karena setiap makanan pasti mengandung cairan, maka makanan dapat dipanaskan oleh microwave. Zat makanan lain yang juga akan menyerap panas microwave adalah gula, garam dan lemak. Perlu diperhatikan bahwa fenomena ini menyebabkan cara memasak berbagai jenis makanan akan berbeda-beda tergantung dari kadar cairan yang berada pada setiap unsur-unsur makanan yang akan dimasak. Logam tidak dapat ditembus oleh gelombang mikro dikarenakan kerapatan molekul logam lebih rapat dibanding panjang gelombang dari gelombang mikro. Namun alumunium foil yang tipis masih dapat ditembus oleh gelombang mikro, hal ini dapat dimanfaatkan untuk memasak makanan yang banyak mengandung air atau lemak yang lebih mudah panas agar tidak cepat gosong.

Microwave oven ditemukan secara tidak sengaja oleh Dr. Percy Spencer pada tahun 1945. Awalnya beliau beserta tim sedang melakukan penelitian tentang penggunaan magnetron(sejenis tabung vakum penghasil gelombang mikro) untuk keperluan radar. Di lokasi tersebut didapatkan bahwa beberapa makanan menjadi mudah panas atau bahkan meleleh, seperti permen di dalam saku Dr. Percy Spencer yang meleleh. Selanjutnya beliau mempelajarinya lebih dalam dengan melakukan sejumlah percobaan untuk melihar pengaruh gelombang mikro tersebut terhadap sejumlah makanan dan air. Kesimpulannya adalah gelombang mikro memang dapat memanaskan makanan, dan jika gelombang mikro berada di dalam kotak baja, maka gelombang mikro akan terperangkap di dalamnya dan dapat meningkatkan suhu makanan dalam waktu yang cepat.

 

Cara Menggunakan Microwave

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan microwave 

  1. Microwave menggunakan pewaktu(timer), untuk mengatur berapa lama makanan akan dimasak. Sejumlah microwave dilengkapi dengan alarm atau fasilitas berhenti secara otomatis jika waktu yang diatur telah dilewati. Aturlah waktu sesuai dengan jenis masakan yang dimasak.
  2. Gunakan wadah yang terbuat selain dari logam, seperti plastik, gelas, dan kayu. Bahan-bahan tersebut tidak akan panas, sementara penggunaan wadah dari logam dapat merusak microwave.
  3. Kurangi jumlah kadar air dibanding dengan resep untuk memasak secara tradisional. Karena microwave adalah sistem yang tertutup, maka cairan yang keluar menjadi uap sangat sedikit. Namun akan lebih baik jika Anda mencari resep masakan khusus untuk microwave. Kurangi jumlah air hingga ¾ dari jumlah air semula pada resep.
  4.  

  5. Untuk memasak makanan yang membutuhkan waktu lama, seperti memasak bistik, sebaiknya posisi makanan diubah beberapa kali, seperti dengan cara membalik daging dan memutar wadah, agar masakan merata. Biasanya microwave telah dilengkapi dengan wadah pemutar yang dapat seara otomatis memutar wadah makanan diatasnya.
  6.  

  7. Makanan yang mengandung lemak seperti daging atau mengandung gula akan lebih cepat masak oleh sebab itu dapat digunakan alumunium foil untuk mengurangi resiko makanan gosong. Untuk keju, lebih baik diberikan menjelang makanan matang.
  8.  

  9. Garam akan menyerap air, oleh sebab itu tambahkan sedikit lebih banyak dari ukuran pada resep tradisional.
  10. Makanan seperti kuning telur, sayur-sayuranan, dan hati ayam perlu dilubangi terlebih dahulu dengan garpu atau pisau, karena cairan di dalam makanan-makanan tersebut dapat tersembur keluar pada saat dimasak.
  11. Microwave membutuhkan daya listrik yang cukup besar, untuk microwave ukuran kecil, besarnya daya yang dibutuhkan sekitar 600-700 watt. Pada microwave yang lebih besar, tentu daya listrik yang diperlukan akan meningkat. Pastikan daya listrik yang tersedia mencukupi.

 

Kelebihan dan Kelemahan Microwave

a. Kelebihan Microwave

Microwave memiliki sejumlah kelebihan dibanding alat pemasak lainnya. Microwave dapat memasak, mencairkan makanan beku atau memanaskan makanan dalam waktu singkat dengan hasil yang cukup merata. Daging yang beku dapat dihangatkan dalam hitungan beberapa menit secara merata. Bandingkan jika anda menggunakan cara tradisional yang butuh waktu lama dengan cara merendam daging tersebut di air hangat, atau akan cepat gosong di bagian luar tetapi tetap dingin di dalam jika kita membakarnya.

Cara kerja microwave memungkinkan lingkungan sekitarnya tidak kotor. Tidak ada minyak goreng yang menetes di sekitar kompor, tidak adanya bau gas elpiji atau bau kompor minyak tanah akan menjadikan lingkungan di sekitarnya menjadi tetap besih dan sehat.

b. Kelemahan Microwave

Walaupun memiliki banyak kelebihan, bukan berarti microwave tidak memiliki kekurangan. Teknik memasak perlu disesuaikan untuk masing-masing jenis masakan. Untuk mendapatkan makanan yang matang dalam waktu singkat dengan microwave memang menjadi kelebihan microwave, tetapi terkadang untuk mendapatkan cita rasa yang lezat menjadi hal yang tidak dapat digantikan dengan memasak secara tradisional. Bahkan efek kecoklatan yang biasa dijumpai di makanan yang dimasak secara tradisional untuk menunjukan bahwa makanan tersebut telah matang sehingga dapat menimbulkan selera, tidak terlalu tampak pada makanan yang dimasak dengan microwave.