BADAI TROPIS

Pendahuluan | Pengertian | Peristiwa | Ciri-ciri | Proses | Penutup


Peristiwa

Lokasi | Musim | Bencana

Lokasi

Syarat utama untuk dapat tumbuh dan berkembangnya siklon tropis adalah kelembaban udara yang tinggi karena banyaknya kandungan uap air. Syarat tersebut dapat dipenuhi oleh daerah perairan ( lautan) di zona tropis dan subtropis yang temperaturnya dapat mencapai > 260 C


Di permukaan bumi terdapat tujuh wilayah perairan utama yang sangat potensial untuk tumbuh dan berkembangnya siklon tropis, yaitu :

•  
Barat Laut Samudra Pasifik ;
merupakan daerah paling aktif, sepertiga dari seluruh perisitiwa siklon tropis dunia terjadi di wilayah ini. Aktifitas siklon tropis yang terjadi berpengaruh pada wilayah Jepang, Filipina, China dan Taiwan.
Timur Laut Samudera Pasifik ;
sebagai daerah paling aktif kedua yakni sepertiga dari seluruh kejadian badai tropis dunia terjadi di wilayah ini. Aktifitas siklon tropis yang terjadi mempengaruhi wilayah barat Meksiko, Hawaii dan terkadang sampai di semenanjung California.
Barat Daya Samudra Pasifik;
Aktifitas badai tropisnya memepengaruhi wilayah Australia dan Oceania.
Utara Samudra Hindia ;
Wilayahnya dibagi dua daerah yakni Teluk Benggala dan Laut Arabia. Aktifitas pada daerah Teluk Benggala lima sampai enam kali lebih besar dari laut Arabia, dan tercatat pada sejarah Siklon Bhola di tahun 1970 yang menewaskan 200.000 orang. Negara-negara yang terpengaruh adalah India, Bangladesh, Srilangka, Thailand, Burma dan Pakistan , sedangkan semenanjung Arab jarang terkena dampaknya.
Tengggara Samudra Hindia;
Wilayah dekat perairan Indonesia (laut Timor) dan Australia yang terpengaruh badai tropis di daerah ini.
Timur Laut Samudra Hindia;
Negara-negara yang terpengaruh adalah Madagaskar, Mozambique, Mauritius dan Kenya
Utara Samudra Atlantik;
Mencakup wilayah perairan Samudera Atlantik, Laut Karibia dan Teluk Meksiko. Badai tropis yang terjadi berdampak pada wilayah Amerika Serikat, Meksiko, Canada serta negara-negara Amerika Tengah dan Kepulauan Karibia.

ke halaman sebelumnya semua artikel
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19
ke halaman selanjutnya

PUSTEKKOM © 2005